<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Structural Engineering on Duken Marga</title><link>https://dukenmarga.id/categories/structural-engineering/</link><description>Recent content in Structural Engineering on Duken Marga</description><generator>Hugo</generator><language>en</language><lastBuildDate>Sun, 10 Dec 2023 00:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://dukenmarga.id/categories/structural-engineering/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Beberapa Tips Uji Tekan Beton</title><link>https://dukenmarga.id/post/beberapa-tips-penting-uji-tekan-beton/</link><pubDate>Sun, 10 Dec 2023 00:00:00 +0700</pubDate><guid>https://dukenmarga.id/post/beberapa-tips-penting-uji-tekan-beton/</guid><description>&lt;h2 id="pengantar">Pengantar&lt;/h2>
&lt;p>Apakah kalian sudah melakukan uji tekan beton dengan benar? Ada beberapa hal teknis terkait uji tekan beton yang kadang luput dari pengawasan kita.
Beberapa hal di bawah ini semoga bisa menambah pengetahuan kita ketika hendak melakukan uji tekan beton, sesuai ASTM C39/C39M (&lt;em>&lt;strong>Standard Test Method for Compressive Strength of Cylindrical Concrete Specimens&lt;/strong>&lt;/em>).&lt;/p>
&lt;p>Artikel ini merujuk pada &lt;a href="https://www.astm.org/c0039_c0039m-17b.html">ASTM C39/C39M 17B&lt;/a>, namun versi terakhirnya adalah &lt;a href="https://www.astm.org/c0039_c0039m-21.html">C39/C39M 21&lt;/a>. Hal teknis lainnya yang lebih detail bisa merujuk langsung pada dokumen tersebut.&lt;/p></description></item><item><title>Menghitung Beban Dinamis pada Crane pada saat Lifting</title><link>https://dukenmarga.id/post/menghitung-beban-dinamis-pada-crane-pada-saat-lifting/</link><pubDate>Wed, 10 May 2023 00:00:00 +0700</pubDate><guid>https://dukenmarga.id/post/menghitung-beban-dinamis-pada-crane-pada-saat-lifting/</guid><description>&lt;h2 id="hukum-newton-dan-perubahan-momentum">Hukum Newton dan Perubahan Momentum&lt;/h2>
&lt;p>Bagaimana cara sederhana menghitung total beban crane akibat tambahan beban dinamis?&lt;/p>
&lt;p>Mengacu pada Hukum Newton, gaya terjadi akibat adanya percepatan pada suatu massa. Namun, jika di-&lt;em>extend&lt;/em> ke level selanjutnya, gaya terjadi akibat adanya perubahan momentum terhadap waktu.&lt;/p>
&lt;p>$$
F = \dfrac{d(mv)}{dt}
$$&lt;/p>
&lt;p>$$
F = m\dfrac{dv}{dt} + v\dfrac{dm}{dt}
$$&lt;/p>
&lt;p>&lt;strong>m&lt;/strong> = massa dalam kg dan
&lt;strong>v&lt;/strong> = kecepatan dalam m/s&lt;/p>
&lt;p>Aplikasinya pada bidang struktur, beban statik dan dinamik hanya menggunakan bagian yang pertama saja (sisi kiri). Ini bisa kita artikan sebagai massa dengan perubahan kecepatan terhadap waktu.&lt;/p></description></item><item><title>Lokasi 1 Layer Tulangan Susut dan Rangkak pada Beton Slab on grade</title><link>https://dukenmarga.id/post/lokasi-1-layer-tulangan-susut-dan-rangkak-pada-beton-slab-on-grade/</link><pubDate>Sun, 09 Jan 2022 00:00:00 +0700</pubDate><guid>https://dukenmarga.id/post/lokasi-1-layer-tulangan-susut-dan-rangkak-pada-beton-slab-on-grade/</guid><description>&lt;h2 id="definisi">Definisi&lt;/h2>
&lt;p>&lt;em>Slab on grade&lt;/em> atau &lt;em>slab on ground&lt;/em> adalah jenis struktur beton yang dipasang bersentuhan langsung di atas permukaan tanah.
Disebut slab karena memiliki permukaan yang cukup luas. Pada umumnya &lt;em>slab on grade&lt;/em> memiliki beban merata (&lt;em>uniform load&lt;/em>) dan sejumlah beban titik (&lt;em>point load&lt;/em>)
jika nilainya cukup signifikan.&lt;/p>
&lt;p>&lt;em>Slab on grade&lt;/em> berbeda dengan pondasi dangkal yang pada umumnya memiliki kolom pendek atau pedestal di atasnya yang bisa dimodelkan sebagai beban titik.&lt;/p></description></item></channel></rss>