Artikel Pertama di Media Cetak dan Online

Sebenarnya saya malu menulis artikel ini. Ini adalah cerita tentang pengalamanku menulis di media cetak sekitar 6 tahun yang lalu. Saat itu saya masih duduk di kelas 3 SMA. Kalau diingat-ingat kembali dan dilihat kembali apa yang pernah saya tulis, rasanya artikel tersebut banyak kekurangannya.

Semenjak saya memiliki komputer ketika kelas 2 SMA, saya menjadi cukup sering membeli tabloid komputer atau sekedar membaca majalah komputer milik teman saya. Waktu itu pernah komputer saya terserang virus (saya bahkan tidak tau komputer saya sedang bervirus). Ngomong-ngomong, yang saya bicarakan di dalam keseluruhan artikel ini adalah worm yang cepat menyebar dan sifatnya cuma mengganggu (bukan virus yang menginfeksi file). Untuk kemudahan imajinasi pembaca yang sudah terlanjur familiar dengan kata tersebut, saya akan menyebut virus, alih-alih sebutan worm. Setelah install ulang, saya menjadi penasaran dengan objek yang bernama virus. Saking seringnya saya bermain komputer, bahkan ibu saya sempat berkomentar, “Jangan keseringan main komputer, awas nanti virus komputernya kena ke manusia”. Untung saya tau kalau virus komputer tidak sama dengan virus yang kita kenal di pelajaran biologi.

Keisengan saya dan obsesi saya dengan virus komputer membuat saya seolah-olah beternak virus: mengumpulkan berbagai macam virus. Biasanya virus tersebut saya peroleh dari flashdisk teman saya atau saya peroleh dari warnet yang menjadi sarang virus. Virus itu kemudian sengaja diaktifkan dan kemudian saya berusaha membersihkan virus tersebut. Pengalaman yang aneh ini membuat saya terbiasa dengan lingkungan komputer penuh virus dan cukup tau sifat-sifat virus pada umumnya.

Sering kali, ketika hendak membersihkan komputer yang sudah terkena virus  atau sekedar mengecek apakah komputer itu sudah terkena virus atau tidak, ada saja kendalanya. Entah itu antivirusnya yang belum terinstall, entah itu antivirusnya yang tidak up-to-date, atau sering juga malah antivirusnya yang sudah lumpuh gara-gara virus.  Terbersitlah ide bagaimana mendeteksi suatu komputer apakah sudah terkena virus atau tidak, namun jika biasanya menggunakan antivirus yang sudah terinstall di PC, kali ini saya memikirkan bagaimana kalau antivirusnya ada di USB flashdisk. Ketika flashdisk dicolokkan ke dalam komputer, maka antivirus akan segera dijalankan untuk mengecek apakah ada virus atau tidak di komputer tersebut. Idenya sih sederhana, tapi sepertinya belum ada orang yang mencoba saat itu.

Konsep ini bahkan saya dapatkan dari kebiasaan virus itu sendiri dengan mengeksplotasi autorun pada Windows XP. Jika flashdisk umumnya dijadikan sebagai media untuk mengaktifkan virus, maka kali ini flashdisk dijadikan media untuk mengaktifkan antivirus. Too simple right?

Akhirnya saya mulai menulis artikel tersebut dengan judul asli “Pendeteksian Virus pada Computer dari Removable Disk“. Ada total 5 artikel yang saya tulis waktu itu dan saya kirimkan dalam 2 buah email ke majalan PCPlus. Waktu itu saya belum pernah mengirimkan artikel apapun ke media cetak dan ini menjadi artikel pertama yang pernah saya kirimkan. Waw, beberapa minggu kemudian (atau beberapa bulan kemudian), saya dikabari melalui email bahwa artikel saya akan diterbitkan sebulan kemudian, Yei.

Saya kemudian diminta mengirimkan nomor rekening dan akan mendapatkan uang sebesar Rp 300.000,00. Jumlah tersebut menurut saya sangat besar untuk ukuran anak SMA waktu itu. Saya juga tidak lupa membeli tabloidnya pada hari di mana artikel saya diterbitkan. Saya cukup senang waktu itu. Ada nama dan alamat emailku serta artikel yang bisa dibaca oleh orang banyak. Judulnya berubah menjadi “Deteksi Virus PC dari FlashDisk

Pada beberapa minggu selanjutnya, banyak email yang masuk untuk menanyakan ini itu atau cuma sekedar kenalan. Tak lupa juga ada email spam pertama yang sampai di inbox-ku yang bercerita tentang seorang asing di luar Indonesia yang hendak mewariskan uangnya pada orang yang menerima email tersebut.

Beberapa artikel juga saya kirimkan ke tabloid yang sama, namun sepertinya tidak menarik. Semenjak itu, saya mulai menulis artikel online di internet. Media pertama yang saya sambangi adalah ilmukomputer.com. Namun 3 tahun yang lalu, saya menghapus semua artikelnya karena saya malu melihat isinya. Lagi-lagi alasan malu ini saya pakai untuk menutupi kekurangan saya. Namun apa mau dikata, saya sendiri adalah orang yang cukup pemalu, baik itu di hadapan cewek ataupun di hadapan orang yang tidak saya kenal.

Namun saat ini, saya lebih suka menulis di media internet seperti blog. Rasanya banyak orang akan bisa melihat dan menilai bagus tidaknya serta bermanfaat tidaknya artikel tersebut buat mereka. Media internet akan lebih mudah diupdate jika memang memiliki kekurangan.

Begitulah sedikit cerita tentang pengalaman pertamaku menulis di media cetak. Untuk kesempatan berikutnya, mungkin saya akan menulis di media cetak dalam bentuk lain, mungkin dalam bentuk buku. Amin 😀

Kini tulisan-tulisan tersebut sudah tidak layak layak diimplementasikan (meskipun bisa) karena menurut saya banyak kekurangannya dan sudah tidak mengikuti perkembangan zaman. Sekarang ini, saya sudah tidak terlalu memikirkan virus karena sudah berganti ke sistem operasi Linux yang jarang sekali (bahkan belum pernah nemu) ada virus yang mengganggu aktifitas berkomputer. Kalau kamu penasaran dengan isi artikel tersebut, ini saya upload kembali artikel yang sempat saya banggakan tersebut (cie :p).

  1. Pendeteksian Virus pada Computer dari Removable Disk – Artikel asli yang dikirim ke Tabloid PCPlus
  2. Pendeteksian Virus pada Computer dari Removable Disk – Artikel yang sudah diedit dan diterbikan di Tabloid PCPlus
  3. duken_mengganti password administrator pada windows – Ilmukomputer.com
  4. Duken – Mengganti Password Akun Windows lewat CMD – Ilmukomputer.com

By Duken Marga

Insinyur Teknik Sipil (Ir.), menyukai programming, internet, application development, sains, teknologi, dan matematika.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.