Naik ke Level 2 Les Bahasa Jepang

Selasa, 26 Februari 2013 dan Senin, 4 Maret 2013, saya mengikuti ujian kenaikan level bahasa Jepang yang saya ikuti di BLCI (Bandung Language Center Indonesia). Puji Tuhan, saya akhirnya lulus dan naik ke level 2 ๐Ÿ™‚

Bagi saya, kenaikan level ini membuat saya sangat senang sekali. Namun bukan sekedar senang karena saya tidak perlu mengulang pelajaran level 1 (retake), tapi lebih karena saya bisa menambah pengetahuan bahasa saya di sela-sela kesibukan saya yang sudah bekerja. Lebih senangnya lagi mengingat 2 bulan yang lalu saya bahkan tidak bisa bahasa Jepang, tapi sekarang sudah bisa mengerti sedikit.

Niat belajar bahasa Jepang sebenarnya bukan karena saya ingin mengejar target tertentu seperti bekerja di perusahaan Jepang atau persiapan beasiswa ke Jepang atau target lainnya yang dikejar karena alasan spesifik tertentu, namun niat itu datang karena saya ingin mengetahui bahasa lain selain bahasa yang sudah saya ketahui saat ini (Indonesia dan Inggris). Meskipun saya berencana mencoba beasiswa Monbukagakusho Jepang, namun tidak ada kaitannya dengan les bahasa Jepang yang saya ikuti ini. Les ini saya ambil murni karena saya hanya ingin mengetahui bahasa Jepang. Paling tidak saya bisa mengerti apa percakapan yang sedang dibicarakan ketika sedang menonton dorama Jepang :D. O iya, selain bahasa Jepang, saya juga tertarik belajar bahasa Mandarin dan bahasa Jerman. Namun, les bahasa Jerman sangat mahal, sedangkan bahasa Mandarin sangat sulit dicari tempat belajarnya di Bandung.

Ngomong-ngomong soal bahasa Jepang, saya menganggap bahasa yang satu ini sangat unik, berbeda dengan bahasa Inggris, namun masih memiliki kemiripan dengan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia sangat fleksibel dan irit dalam pemakaian kata, mungkin lebih disebabkan karena penggunaan kata-kata baru yang lebih intensif digunakan oleh kalangan muda. Bahasa Jepang juga demikian, sangat irit dalam pemakaian kata dan cenderung tidak baku (bukan berarti tidak formal). Contohnya: Makan ga?; Mau makan ga? (Indonesia); Do you want to eat? (Inggris); Tabemasenka? (ใŸในใพใ›ใ‚“ใ‹) (Jepang). Dalam buku-buku pelajaran, bahasa Inggris cenderung baku dengan membuat kalimat yang lengkap untuk sebuah kalimat baku. Bahasa Jepang mirip dengan bahasa Indonesia, dengan kalimat yang memiliki arti yang sama (tabemasen artinya makan, sedangkan partikel ka dalam konteks ini untuk menanyakan iya atau tidak).

Sebagai pelengkap, saya akan memperkenalkan diri sesuai dengan hapalan saya untuk ujian percapakan kemarin. Kalau tulisan Jepangnya ga keliatan, berarti komputer kamu belum diinstall font Jepangnya :p.

ใฏใ˜ใ‚ใพใ—ใฆใ€‚
ใ‚ใŸใ—ใฎใชใพใˆใฏDuken Margaใงใ™ใ€‚
ใ‚ใŸใ—ใฏTaman Sariใ™ใ‚“ใงใ„ใพใ™ใ€‚
ใ‚ใŸใ—ใฎใŸใ‚“ใ˜ใ‚‡ใ†ใณใฏ3ๆœˆ16ๆ—ฅใ€‚
ใ‚ใŸใ—ใฏใ‚จใƒณใ‚ธใƒ‹ใ‚ขใงใ™ใ€‚
ใ‚ใŸใ—ใฏๆœˆใ‚ˆใ†ๆ—ฅใพใง้‡‘ใ‚ˆใ†ๆ—ฅใฏใŸใ‚‰ใใพใ™ใ€‚
ใพใ„ใ‚ใ•ใ”ใ›ใ‚“๏ผ™ใ˜ใ‹ใ‚‰ใ”ใ”๏ผ”ใ˜ใพใงใ ใ„ใŒใใฎใ˜ใฃใ‘ใ‚“ใ—ใคใธใ„ใใพใ—ใŸใ€‚
ใ‚ˆใ‚ใ—ใใŠใญใŒใ„ใ—ใพใ™ใ€‚

By Duken Marga

Insinyur Teknik Sipil (Ir.), menyukai programming, internet, application development, sains, teknologi, dan matematika.

1 comment

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.