Adikku yang Cerewet

Friska Turnip
Friska Turnip

Saya mempunyai seorang adik perempuan yang sangat cerewet. Namanya Friska Turnip, biasa dipanggil Friska. Umurnya 14 tahun dan duduk di bangku kelas 2 SMP. Entah mengapa, semenjak 2 tahun ini, adikku yang satu ini menjadi orang yang sangat sering mengganggu saya. Dulu dia sangat jarang menelepon saya dan sekedar say hello ketika berkomunikasi lewat telepon. Tapi sekarang ini hampir setiap hari dia menelepon saya.

Kalo dulu cuma sekedar basa-basi nanya keadaan di rumah, tapi sekarang dia lebih sering menyanyakan PR nya dari sekolah. Setiap hari ada saja PR yang hendak ditanyakannya, biasanya PR Fisika, Komputer, atau Matematika. Untung saja pelajarannya masih pelajaran SMP, jadi tidak terlalu sulit dan masih bisa saya ikuti. Kadang pernah juga dia menanyakan PR Sejarah, tapi itu jarang sekali.

Terkadang capek juga menjawab semua pertanyaan itu. Tentu saja jawaban dari pertanyaan PR tidak saya beritahu secara langsung, tapi saya bimbing dia untuk bisa mengerti konsep dasarnya. Dengan demikian, jika ada pertanyaan lain dengan topik yang sama, mudah-mudahan dia sudah bisa menguasainya. Dari pengamatan yang saya ikuti, adik saya ini tidak terlalu bisa hitung-hitungan dan yang berhubungan dengan konsep logika. Makanya setiap kali ada pelajaran yang sederhana seperti operasi bilangan dan aljabar sederhana (membalik tanda operasi bilangan), saya harus mengulang-ulang agar dia tetap ingat. Syukurlah dia tidak mudah bosan saya ajari meskipun saya yakin dia tidak mudah mengikutinya. Saya juga cukup senang mendengar dari ibu saya bahwa adik perempuan saya ini cukup rajin belajar di rumah.

Tidak seperti kebanyakan orang lain yang sangat mudah menyerah ketika mengikuti pelajaran di sekolah, adik saya ini cukup bersemangat ketika mengikuti pelajaran tersebut. Dari pengalaman saya dengan adik saya ini, saya bisa memberi kesimpulan kecil bahwa setiap anak-anak yang berada dalam tahap belajar (SD, SMP) cukup senang belajar ketika ada orang dewasa yang membimbing mereka dan bisa memberikan motivasi serta jawaban pada setiap pertanyaan yang mereka miliki. Tentu saja orang tersebut harus bersedia meluangkan waktunya untuk menjawab tuntas pertanyaan tersebut.

Beruntunglah adik saya ini punya abang yang sangat peduli dengan pendidikan adik-adiknya, haha 🙂

Setiap kali mereka punya pertanyaan, pasti akan saya bantu sebisa mungkin. Bahkan seringkali setiap malam, 2 jam harus saya sediakan untuk mengajari dia. Atau sering juga saya bela-belain untuk bangun pagi untuk membantunya mengerjakan PR mereka, tentunya lewat telepon :p

Oke, itu tadi cerewet dalam hal belajar, saya akui saya memang cukup pusing dibuatnya. Tapi apa boleh buat, saya tidak mungkin membiarkan dia tidak mengerti apa-apa dengan pelajarannya.

Cerewetnya yang lain adalah ketika dia mempunyai permintaan yang macam-macam yang saya sendiri cukup sulit memenuhinya (lebih tepatnya saya agak malas). “Bang, cariin lagu blabla…”. “Bang, cariin film blabla…”. “Bang, isikan pulsa modem…”. “Bang, lagunya udah abang cari?”. “Bang, filmnya udah donlod?”. “Abang, kapan abang kirim kasetnya?”. “Bang, kaset yang abang kirim ga bisa dibaca di sini”. “Bang, ada ceritaku …”. “Abang, coba putar lagu blabla *sambil telepon didekatkan ke speaker laptop*”. “Abang, kenapa modemnya ga bisa dipake lagi?”. “Abang, Natalan pulang kan?”. “Abang, aku ulang tahun, kadonya mana?”.

Yah, lebih tepatnya permintaan seorang gadis yang sedang berkembang keingintahuannya. Saya juga jadi tempat curhatnya jika dia lagi punya masalah seperti bertengkar dengan abangnya, atau lagi marahan sama mama saya, haha :). Yang saya heran, kenapa dia ga bosan-bosan ngomong dengan saya, padahal saya selalu membuat dia kesal. Seringkali saya pura-pura ga kenal “Halo ini siapa?”, atau tiba-tiba teleponnya saya matikan karena punya pekerjaan lain, atau ada permintaannya yang belum saya penuhi. Seringkali dia marah kepada saya, tapi besoknya udah nelpon lagi :p

Ternyata cukup sulit menjadi orang tua. Bahkan apa yang saya kerjakan belum ada apa-apanya jika dibandigkan apa yang dilakukan oleh orang tua kita. Mereka mengerjakan dan memikirkan banyak hal untuk anak-anaknya. Namun saya bersyukur bisa mengambil bagian menjadi orangtua yang baik untuk adik-adik saya.

By Duken Marga

Insinyur Teknik Sipil (Ir.), menyukai programming, internet, application development, sains, teknologi, dan matematika.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.